Pendakian gunung dempo
Ini pengalaman sya waktu saya
berada di pagaralam kota kecil yang sangat amat indah ini, di tambah dengan gunung dempo yang menjulang
tinggi ke langit seakan kesatria yang
melindunggi penduduk pagaralam. Perkenalkan nama saya Angga
Arizki saya
lahir di kota pagaralam, saat saya
berada di kelas 10 SMA teman-teman saya mengajak untuk mendaki gunung dempo
tapi amat di sayangkan saya tak di perbolehkan oleh orang tua saya, dan
akhirnya saya pun tak bisa pergi mendaki ke dempo saya kecewa tapi mau di kata
apa karna gunung dempo masih sangat amat mistis ketika kita tak di perbolehkan
pergi maka akan ada bencana di atas gunung itukarna kemistisannya saya pun
merelakanya. Hari demi hari ku lewati tapi masih terangan-angan bagaimana pemandangan
yang di atas sana kepenasaran ku pun akhirnya membuahkan hasil ketika saya
kelas 11 SMA akhirnya saya di perbolehkan pergi mendaki dengan syarat hanya
sebentar di sana jangan sampai berminggu minggu, dan akhirnya saya dengan teman
saya hamza dan 8 orang lainya bersepakat pergi ke sana pada malam hari sekitar jam 20:00 kami mulai mendaki melalui
jalur rimau jalur yang biasa.
Sebelum mendaki kami berdoa untuk
keselamatan kami semuanya, kami pun berjalan dengan hanya ada suara jangkrik
yang hanya mengiringi di perjalan dengan pemandangan yang sangat mengerikan
karna pepohonan yang sangat tinggi dan juga hawa yang sangat dingin menambah
kemistisan gunung ini sesampaiya saya di selter 1 kami pun beristrirahat karna
untukl melepas dahaga dan juiga untuk makan karna kami ber10 belom makan dari
sore hari.
Kami membagi tugas ada yang
memasak nasi dan juga ada juga yang membuat gulai untuk makanan kami hampir
sekitar 20 menit makanan pun siap dan kami pun makan bersama dengan teman-teman
kami setelah makan dan beristirahat sejenak kami pun akhirnya
melanjutkanperjalan nan kami, berhubungan dengan saya baru pertama kalinya
mendaki gunung dempo ini saya pun bertanya ke teman saya, dan dia berkata bahwa
perjalan dari rimau ke selter 1 belum seberapa masih sangat banyak rintangan
yang ada di depan sana.
Kamipun melanjutkan perjalan
ternyata betul saya baru merasakan bahwa perjalanan ke gunung dempo ini amat
sangat berat karna medan yang di tempuh sangat amat extrime, tebing yang sangat
terjal dan juga jurang jurang ada di kiri dan kanan kami pengalaman yang sangat
berkesan namun juga sangat mengerikan.
Sekitar jam 03:00 wib akhirnya
kami sampai di selter 2 kami kehabisan air untuk minum akhirnya hamza dan saya
pun berinisiatif untuk mencari air kami pun melalui tepi jurang untuk ke bawah
karna di sana ada sumber air kami akhirnya meniti bebatuan yang terjal itu
untuk mengambil air ketika kami ingin ke atas setelah mengambil air saya
melihat pemandangan yang sangat menajubkan di bawah sana kota yang di penuhhi
oleh gemerlap lampu yang warna-warni dan setelah kami beristrirahat dan kami
pun melanjutkan perjalanan dan singkat cerita kami sampai di top dempo/puncak
dempo BTW gunung dempo itu ada dua puncak puncak merapi dempo yang ada kawahnya
itu puncak merapi pemandangan yang ada sulit di ucapkan dengan kata-kata
mungkin agak aneh tapi setelaah anda mengalaminya anda akan tau sendiri bagai
mana keindahan yang di suguhka oleh dempo. Kami bermalam semalam di pelatan
untuk memulikan tenaga, dan keesokan harinya jam 08:00 wib kami beranjak turun
dari puncak dan sesampainya di rimau kami langsung pulang ke rumah
masing-masing.